Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Sepenggal Doa untuk-Mu

Puisi Nur Hidayah

segenggam doa kupanjatkan dipelataran malam-Mu
untaian kalimah tayyibah ku-lafadz-kan
beriringan dengan butir tasbih
yang melekat dalam dekapanku

I Love Facebook

Cerpen: Shofwatun Amaliyah

Tuhan maafkan diri ini
yang tak pernah bisa
menjauh dari angan tentangnya
namun apalah daya ini
bila ternyata sesungguhnya

Sayup-sayup

Puisi Syaiful Fahruddin Annas

sentuhan hangatmu membius jiwaku
seuntaian angan menginginkan hatimu
kelembutan tanganmu
mengasah dalam ragaku

Sendiri Arungi Waktu

Puisi Evi Muwaviqoh

angin malam dingin lirih menyapaku
kesendirian menyita waktu
kepergiannya meninggalkan sejuta tanda tanya
waktu selalu kutelusuri seorang diri

Kembali Pada-Mu

Puisi Siti Maisaroh

Tuhan. . .
bila masih ada ruang kosong
untuk kehidupanku
Ijinkanlah aku mengisi ruang itu
dengan kebahagiaan

Seuntai Doa untuk Bunda

Puisi Maya Inshofa

dinginnya angin malam membawa kerinduan
bisikan rasa sayang terngiang didaur telinga
nada-nada indah yang selalu kudengar
kini tak dapat lagi kudapati

Rabu, 21 Maret 2012

Sajak Perih Untuk Lia

Puisi Shofwatun Amaliyah

lia. . .
terngiang sudah suara desiran luka
makin lama makin membabi buta
merenggut secarik bahagia diatas asa
menebar sajak-sajak perih untuk lia

Senin, 19 Maret 2012

Gara-gara Facebook

Cerpen: Uswatun Khasanah

Kusandarkan tubuh yang lelah di kursi bambu depan rumah. Melihat jalan yang penuh keramaian orang berlalu lalang. Membuat pikiranku melayang ke negeri dongeng. Rasa kantuk membius diriku. Mataku tertutup secara perlahan dan menghantarkanku ke alam mimpi dalam khayalanku tiba-tiba.

Sabtu, 17 Maret 2012

Menggapai Hatimu

Puisi Syaiful Fahruddin Anas

seperti jiwa ini
yang tak henti
mengharapkan
sebutir cinta tulusmu

Kamis, 15 Maret 2012

Lukisan Wajah dalam Sajakmu

Puisi Frida Yoana

sajak yang kau tulis untukku
teguhkan hati
tepiskan ego

sajakmu. . .
kata demi kata terangkai sederhana

Selasa, 13 Maret 2012

Getaran Suara Sukarno

Puisi: Salimatin Fikriyah

hari dalam keheningan
menyalin ombak nan sunyi mendengarkan
bisik kuping demi kuping menjawab
dan dalam mata melihat ketegangan

Senin, 05 Maret 2012

Surat Yang Terlambat

Cerpen Iqbal Abdul Jamil


Pagi yang dingin tertabur embun yang menusuk, selang waktu yang silih berganti, pertanda mentari yang bersedih kan muncul, suara kicauan burung yang tak terdengar. Pagi itu, si gadis ceria tak tersenyum lebar seperti biasanya. Ketika vokal suara yang aneh keluar dari pita suara Ibunya, dialah Fera si gadis ceria.

Kamis, 23 Februari 2012

Titik Asa

Puisi Syaiful F Anas

saat itu denganmu
tawa duka
mengiringi kita
di dunia
tempat kita menua

Wudlu

Puisi: Wildatul Layinah

adzan yang memanggil
menari didalam telinga setiap insan
seperti tarian sufi yang menggelegarkan hari
disetiap putarannya

Penjara Hati

Puisi: Uswatun Hasanah

saat kaki berbijak di bumi
tak ada yang menyapa
sekalipun angin berdawai
yang menyeruak merasuk dalam hati

Lentera Suci

Puisi: Uswatun Khasanah

waktu yang mengantarkan kita
untuk menjadi insan yang suci
dalam tuntunan sang Illahi
lantunan adzan mendamaikan hati
untuk tinggalkan masksiat diri

Lailatul Qadar

Puisi: Wildatul Layinah

diatas sajadah merah yang membujur
aku bersujud dihadapanmu ya Rabb
mengharap atas keridhoanmu
di malam yang barokah ini

Coretan Pena

Puisi: Maulidatul Hikami

wajah suram buram tak berekspresi
tubuh lemah kusam tak ada energi
terkurung dalam penjara hati
yang selalu dia pijaki

Sabtu, 18 Februari 2012

Doaku Untukmu

Puisi: Ahmad Sirojudin

Tuhan kau adalah pujaanku
Kaulah yang menciptakanku
dari segala bentuk yang bermanfaat
Engkaulah yang menghias isi hatiku
aku bersujud patut padamu

Ibu

Puisi: Siti Maisaroh

ibu. . .
setiap detik dan setiap nafasku
rindu akan belaian kasih sayangmu
akankah kau datang padaku
dalam keheningan malam